Rabu, 12 April 2017

OTAK YANG ADA DIANTARA PERUT DAN LUTUT

Sebuah keyakinan bagi kita semua, bahwa seluruh manusia dilahirkan dalam keadaan bodoh, lemah fisik dan juga akalnya. Semua kemajuan yang ada pada dirinya berkembang setelah ia mau belajar, merasakan dan memahami apa yang dibutuhkannya. Namun, terkadang kita tak menyadari, ada sesuatu yang teramat penting yang sering kita lupakan seiring meningginya daya pikir manusia, yaitu ‘hati nurani’.

Sedikit pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan ketika diksar. Satu keadaan dimana fisik seolah dikembalikan ketitik Nol, tanpa keangkuhan yang biasa merangkul kita berdiri, dan mulut hanya mampu berbicara berdasarkan akal dan perasaan saja. Ada satu pertanyaan panjang yang terlontar ketika itu dan berakhir, “….Apa kamu pintar!!?”, sebuah pertanyaan yang teramat sederhana namun teramat sulit untuk kujawab. Tak terhitung berapa kali otak ini berpikir hingga beban dipunggung serasa pindah dikepala. Dua opsi yang ada, berkata Ya dengan nada terendah atau Tidak! dengan suara lantang dan menerima akibatnya. Tampak jelas terasa ketika tidak ada sesuatupun yang dapat membantu kita, itulah diri kita sebenarnya. Diri kita yang tak berdaya dan hilang semangat ketika tak ada yang menyanjung kita, tak ada teman yang biasa kita susahkan tanpa kita sadari, tidak percaya diri, selalu bimbang jika kita merasa tak membutuhkan orang lain.

Pertanyaan lain yang terlontar, “Ada dimana otakmu!!??”, ini bukan pertanyaan ilmiah, dan sekarang saya baru sadar ini juga bukan jebakan. Sebuah analogi yang merepresentasikan akal saat itu, bahkan membuat seseorang dibawah titik Nol dan akan semakin memperjelas kapasitas orang tersebut. Kunci dari semua itu adalah hati nurani, dimana hatimu berada ia harus terletak diatas akalmu, agar kita tidak besar kepala, sombong dengan apa yang kita bisa. Dan akal tidak sampai dibawah lutut karena ia adalah pangkal kebodohan, tidak ada artinya kebaikanmu dituntun oleh kebodohan. Akalmu harus terletak diantara lutut dan hati/ perut!.

Jumat, 22 Januari 2016

Materi Dasar Mountaineering

JENIS PENDAKIAN
Mendaki gunung mempunyai tingkat dan klasifikasi yang berbeda. Seperti yang selalu kita dengar dengan istilah mountaineering atau istilah lainnya yang mencakup pengertian perjalanan melintasi bukit hingga ekspedisi ke himalaya. Padahal menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi mountaineering terbagi dalam 3 bagian yaitu :

1.Hill Walking/ Fell Walking
Perjalanan mendaki bukit atau gunung-gunung yang relative landai, tanpa membutuhkan peralatan teknis, hal utama dalam pendakian ini adalah jalur atau rute yang tersedia, misal: perjalanan ke puncak gunung Gede dari Surya Kencana.

2.Scrambling
Tahap pendakian pada permukaan yang tidak terjal, namun tangan digunakan untuk keseimbangan. Bagi pemula tali sebaiknya dipasang untuk pengaman sekaligus mempermudah perjalanan. Contoh : perjalanan kesekitar gunung Gede bila melalui gerbang Cibodas.

3.Climbing
Kegiatan pendakian ini membutuhkan penguasaan teknik dan peralatan. Climbing dibagi 2 macam :

  • Rock climbing yaitu pendakian yang berkisar pada pemanjatan tebing batu yang cukup terjal. 
  • Ice Climbing yaitu pemanjatan pada dinding yang permukaannya tertutup salju dan es. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peralatan khusus, seperti : ice axe, crampon, ice screw, dll.

Nah mountaineering merupakan gabungan dari semua perjalanan di atas. Bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Disamping penguasaan teknik mendaki, hal lain yang perlu diperlukan untuk dikuasai adalah menajemen ekspedisi, pengaturan makanan, komunikasi, strategi pendakian dan lainnya. Contoh: Ekspedisi ke Himalaya.

KLASIFIKASI PENDAKIAN
Klasifikasi pendakian berdasarkan pada tingkat kesulitan medan yang dihadapi (menurut sierra club):
  • Kelas 1 - Berjalan tegak tanpa memerlukan perlengkapan yang khusus (walking).
  • Kelas 2 - Medan agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai dan penggunaan tangan pembantu keseimbangan sangat diperlukan (scrambling)
  • Kelas 3 - Medan semakin sulit sehingga dibutuhkan tekhnik pemanjatan tertentu, namun tali pengaman belum dibutuhkan (climbing). 
  • Kelas 4 - Kesulitan bertambah tali pengaman piton untuk dibutuhkan (exposed climbing) 
  • Kelas 5 - Rute yang dialui sulit, namun peralatan (tali,sling, piton,dll) masih berfungsi sebagai pengaman (difficult free climbing). 
  • Kelas 6 - Tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah, rongga atau daya geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada peralatan (aided climbing). 
PERLENGKAPAN DASAR
1. Ransel
  • Ringan 
  • Kuat 
  • Sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan 
  • Nyaman dipakai dan praktis. 
2. Sepatu
  • Melindungi tapak kaki sampai mata kaki, 
  • kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri, 
  • lunak dan nyaman bagian dalamnya, 
  • keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu, 
  • bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, 
  • terdapat lubang ventilasi. 
3. Kaos kaki
  • menyerap keringat, 
  • menghindari lecet pada kaki 
  • menjaga agar telapak kaki tetap dapat terventilasi. 
  • Menjaga agar kaki tetap hangat. 
4. Celana Lapangan
  • Kuat, lembut, ringan, praktis 
  • Tidak mengganggu pergerakan kaki 
  • Terbuat dari bahan yang menyerap keringat 
  • Praktis dan mudah kering 
5. Baju lapangan
  • Berlengan panjang, melindungi tubuh dari sengatan matahari, gesekan dari dahan dan duri. 
  • Melindungi tubuh dari kondisi sekitar 
  • Kuat, ringan, tidak mengganggu pergerakan 
  • Terbuat dari bahan yang menyerap keringat 
  • Praktis, mudah kering 
6. Topi lapangan
  • Melindungi kepala dari kemungkinan cedera 
  • Melindungi kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang 
  • kuat dan tidak mudah robek. 
7. Sarung tangan
  • Sebaiknya terbuat dari kulit 
  • Tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan. 
  • Kegunaannya adalah melindungi tangan dari duri atau daun berbahaya, binatang kecil pembuat gatal waktu menyibak semak, juga saat memegang golok agar tidak lecet, memegang nesting panas. 
8. Ikat pinggang
  • Terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala yang tidak terlalu besar tapi teguh. 
  • Kegunaan ikat pinggang selain menjaga agar celana tidak melorot juga untuk meletakan alat-alat yang perlu cepat dijangkau, seperti pisau pinggang, tempat air minum, dll. 
9. Lampu senter
  • Pilih yang water proof dan dilapisi karet 
  • Selalu membawa bola lampu dan battery cadangan. 
10. Peluit / whistle
11. Pisau
  • Pisau saku serba guna yang mempunyai beberapa fungsi ataupun pisau tebas / golok. 
12. Perlengkapan tidur
  • Satu set pakaian tidur, kaos kaki untuk tidur. 
  • Sleeping bag 
  • Matras 
  • Tenda/ ponco/ plastic untuk bivoac 
  • Jaket 
13. Perlengkapan masak dan makan
  • Alat masak lapangan (nesting, trangia, dll.) 
  • Alat Bantu makan (Sendok, piring, dll) 
  • Alat pembuat api (paraffin, spirtus, dll) 

PERALATAN TAMBAHAN
Walaupun tidak terlalu penting, tetapi ada baiknya di bawa untuk menambah kenyamanan dalam perjalanan.
  • Gaiter 
  • Balaclava/ Skibu 
  • Kaca mata 
  • Bandana 
  • Slayer 

HUTAN
Jika kita membayangkan hutan itu seperti kebun binatang yang didalamnya banyak binatang buas yang hampir tidak pernah kita lihat dengan pepohonan yang menjulang tinggi disertai suasana yang seram dan udara yang lembab dan jarang orang menapakinya, maka itu adalah hutan yang masih murni dalam keadaan aslinya, yang pada masa sekarang sudah sangat sulit kita temukan. Rata-rata setiap hutan telah ditambah dan dijamah manusia. Menurut vegetasi yang terdapat didalamnya hutan dibagi menjadi 13 macam, yaitu:

1. HUTAN MANGROVE
Sering pula disebut hutan bakau, istilah bakau dipakai untuk mengacukan bahwa hutan bakau tersebut hanyalah terdiri dari pohon bakau saja. Bila kita menjelajahi hutan tersebut yang perlu kita perhatikan adalah adanya pasang surut air laut, sedangkan untuk minum dapat dipakai air tawar.

2. HUTAN RAWA AIR TAWAR
Hutan ini terletak dibelakang hutan mangrove. Pohon-pohon yang terdapat biasanya tinggi-tinggi, bahan makanan biasanya diperoleh dari pohon sagu atau pohon pandan. Keanekaragaman flora di daerah ini sangat banyak ragamnya.

3. HUTAN TERNAK AIR TAWAR
Vegetasi ternak air tawar didomonasi oleh rumput kupai, biasanya terdapat di danau-danau sekitar sungai Mahakam, kaltim.

4. HUTAN TEPI SUNGAI
Hutan ini sering disebut Riparian forest, terdapat disepanjang besar termasuk vegetasi rawa musiman, daerah ini merupakan daerah transisi dengan hutan air tawar.

5. HUTAN SAGU
Sagu adalah tumbuhan yang menyebar luas dihutan rawa air tawar.

6. HUTAN RAWA GAMBUT
Hutan ini ditandai dengan dengan jenis flora yang terbatas, praktis jarang didapatkan tumbuhan yang bisa dimakan. Air di daerah seperti ini juga tidak dapat diminum.

7. HUTAN VEGETASI PANTAI PASIR DAN KARANG
Pada daerah ini untuk mendapatkan makanan sangat sulit, karena hanya terdiri dari komunitas tumbuhan pendek, seperti rumput dan tumbuhan menjalar.

8. HUTAN HUJAN PAMAH DITEROCARPACEAE
Hanya terdiri dari pepohonan yang lebat dan tinggi yang dapat mencapai 45 meter sampai 60 meter, sangat mengganggu jarak pandang kita bila kita menyeruak pada daerah hutan ini.

9. HUTAN KERANGAS (HEAT FOREST)
Hutan ini terdapat pada kawasan hutan hujan pada ketinggian 0-800 meter. Terdapat terutama didaerah Kalimantan dan Sumatra. Hutan ini sangat sensitif, bila terjadi kerusakan sangatlah sulit kembali seperti sedia kala.

10. HUTAN PEGUNUNGAN BAWAH (LOWER MOUNTAIN FOREST)
Terdapat pada ketinggian 1000-2500 meter, biasanya ditandai dengan pohon-pohon yang semakin rendah dan berdiameter semakin kecil dengan bertambahnya ketinggian, pada ketinggian diatas 1500 meter banyak kita jumpai berbagai jenis lumut dan anggrek epifit.

11. HUTAN PEGUNUNGAN ATAS (UPPER MOUNTAIN FOREST)
Hutan ini terdapat pada ketinggian sampai batas 3300 meter. Jenis pohon yang paling sering ditemui adalah jenis conifer, teruta jenis pinus marcussi, paku pohon dan pandanus sp. Merupakan tumbuhan yang dapat digunakann dalam keadaan survival.

12. HUTAN SUBBALPIN BAWAH (LOWER SUBBALPINE FOREST)
Kisaran ketinggiannya adalah 2400-3800 meter, yang secara esensial merupakan hutan yang beriklim sedang. Ciri khas hutan ini adalah lapisan lumut-lumut tebal pada cabang pohon di atas tanah.

13. HUTAN SUBBALPIN ATAS (SUBBALPINE UPPER FOREST) Untuk di Indonesia hanya terdapat di Papua, terletak pada elevasi sekitar 3800-4200 meter, mudah terdapat salju dan tidak terdapat apa-apa kecuali tumbuhan perdu

WATER RESCUE - CAT RESCUE


Olah Gerak Perahu Karet dan Teknik Pencarian Korban




Olah gerak Perahu Karet / Rubber Boat adalah salah satu keahlian / kemampuan khusus yang harus dimiliki oleh Tim Water Rescue / Tim SAR Air.

Sebagai Tim Water Rescue / Tim SAR Air yang bertugas di Perahu Karet / Rubber Boat mempunyai Tugas dan Tanggung jawab yang besar , Antara lain :


  1. Membawa Crew / Penumpang serta barang melalui Perahu Karet / Rubber Boat dengan selamat.
  2. Membawa korban yang dievakuasi melalui Perahu Karet / Rubber Boat dengan cepat.
  3. Mampu menguasai perairan baik di Laut, Sungai, Danau, Rawa dimana Tim Water Rescue / Tim SAR Air bertugas.
  4. Mampu menggunakan serta merawat peralatan Water Rescue dengan baik.


Tugas – tugas Tim Water Recue / Tim SAR Air yang berada di Rubber Boat / Perahu Karet :

  1. Ketua Tim Perahu ( Leader ) :


  • Bertugas memimpin Ruber Boat, berkomunikasi / berkordinasi dengan Ketua Tim Operasi / OSC.
  • Mampu menguasai Navigasi dan Radio Komunikasi.
  • Dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat, apabila dalam operasi Rubberboat mengalami masalah.
  • Bertanggung jawab kepada Ketua Tim Operasi / OSC, atas jalannya operasi dilapangan.



     2. Driver / Pengemudi Perahu Karet :


  • Bertugas mengemudikan Perahu Karet / Rubber Boat, dengan komando Ketua Tim Perahu ( Leader ).
  • Dapat menguasai Perahu Karet / Rubber Boat disetiap medan / lokasi dimana Tim Rubber boat ditugaskan.
  • Dapat menggantikan posisi Ketua Tim Perahu (Leader) apabila, Ketua Tim Perahu ( Leader ) ada masalah.


     3. Rescuer :

  • Mampu menolong korban / mengevakuasi korban dari air ke atas Rubber Boat.
  • Bisa memberikan Medical Rescue / Pertolongan pertama kepada korban, selama perjalanan di Rubber Boat, sampai korban dapat ditangani oleh tim medis yang berada di darat.

Selasa, 12 Januari 2016

Konflik dalam organisasi

Mengatasi Konflik Dalam Organisasi

   Pengertian 

      Konflik merupakan adanya suatu proses yang terjadi karena ketidak sesuian dan kesepakatan yang antara kedua pendapat yang tidak sepadan (berbeda sudut pandang) baik itu positif maupun negatif. Perbedaan pendapat tidak selalu berarti berbeda keinginan,karna pada dasarnya konflik bersumber dari keinginan, dan tidak semuanya pendapat yang berbeda itu dinamakan konflik.
       Konflik tidak selalu di hindari , karna tidak selalu konflik yang mengandung negatif, dengan cara mengatasi konflik dan menanggulangi dengan keinginan dan perundingan antara kedua belah pihak maka kita dapat mengatasi konflik yang ter jadi , atau dengan adanya musyawarah
        Adapun jenis-jenis konflik antara lain :
  • konflik intrapersonal
  • konflik interpersonal
  • konflik antar individu dan kelompok
  • konflik antar kelompok 
  • konflik antar organisasi                                 
      1.Konflik Intrapersonal 
          Yaitu konflik dengan dirinya sendiri , di sumberkan karena seseorang memiliki dua keinginan yang ingin di penuhi dalam waktu sama dan tak mungkin terpenuhi sekaligus. ya kita lihat di jaman sekarng ini orang ingin memiliki kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing.
   
      2.Konflik Interpersonal
           Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. 
     
       3.Konflik antar Individu dan Kelompok
            Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. 

       4.Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama   
             Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

       5.Konflik antara organisasi  
             Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

 Peranan Konflik

  1. Pandangan tradisional 
  • Konflik hanya merugikan organisasi, karena itu harus dihindarkan dan ditiadakan.
  •  Konflik ditimbulka karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam kepemimpinan.  
  • Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen tingkat yang lebih tinggi. 
 
    2.Pandangan Modern
  • Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi organisasional dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-sumber konflik. 
  • Konflik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem organisasi  
  • Konflik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah. Konflik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positif di dalam suatu organisasi.                                  
              Kesimpulan yang dapat saya ambil:

    Konflik tidak selalu merugikan , konflik bukan harus di hindari tapi dihadapi dengan mendengarkan apa keluhan ,masalah yang menyebabkan konflik dan kita pasti punya solusi untuk mengatasi , apa bila konflik di hindari lambat laun pasti akan muncul masalah yang sama , lebih baik di atasi akan lebih menguntungkan kedua belah pihak dengan keputusan yang adil dan bijaksana. (sayang indonesiaku ga begitu)          

Faktor-faktor Terjadinya Konflik
    
      adapun cara untuk menangani konflik harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan individu/kelompok atau organisasi:

1. Introspeksi diri
2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat
3. Identifikasi terjadinya konflik
4. Menetapkan keputusan baru dengan keputusan yang adil + bijaksana.

Jumat, 18 Desember 2015

Explore Cave Sipahang (kawasan kars Goa Gudawang) Jasinga - Bogor


Goa Gudawang terletak di Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Gudawang berasal dari kata "Kuda Lawang" yang atinya Buntut ataw ekor kuda yang dikepang. Dikawasan ini terdapat kurang lebih 12 Goa, namun hanya 3 goa yang bisa dikunjungi oleh wisatawan karena goa yang lainnya belum dikelola dan dikembangkan. Goa yang sudah dibuka untuk umum diantaranya Goa Simenteng, Goa Simasigit dan Goa Sipahang. 
Goa-goa yang ada dikawasan Goa Godawang ini merupakan Goa alami yang terbentuk dari Proses Sedimentasi sejak ratusan tahun lalu tak ayal tempat ini menjadi destinasi wisata alam yang patut dikunjungi jika dateng ke Bogor.
Mulut (Pintu masuk) Goa Sipahang (Horizontal)







Mulut Goa Sipahang (pintu keluar goa - Vertical)

Minggu, 13 Desember 2015

TENTS




TENTS
            Mendirikan tenda idealnya dilakukan pada saat cuaca cerah, hal ini memberikan kenyamanan dan keleluasaan kita dalam mendirikan tenda. Apabila ternyata cuaca terlihat akan hujan maka segeralah dirikan tenda agar kita dapat berteduh dan terlindung dari air hujan.



Yang perlu diperhatikan dalam pendirian tenda adalah :
  • Pasang tenda membelakangi arah angin/melawan arah angin (downwind)
  •  Pasak tenda sebelum memasang tiang dan tali
  •  Tegakan tenda pada bagian yang membelakangi arah angin, baru kemudian tegakan bagian lainnya.
  • Pasang tali penegang lainnya. Usahakan tenda tidak berkerut, karena akan mengurangi kecepatan air turun. Dan jika dibiarkan dapat menampung air pada waktu hujan.Tempat yang ideal untuk dijadikan tapak perkemahan adalah tempat yang memungkinkan kita mendirikan perlindungan dari hembusan angin yang kuat.

 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi tapak perkemahan :
  •  Pilihlah tempat sedapat mungkin datar, bebas dari tanah yang bergelombang, dan bekas tunggul kayu, usahakan tempat tersebut kering terlindung dari kemungkinan banjir (tidak memilih tempat pada jalur air di pegunungan).
  • Pilih tempat yang relatif dekat dengan sumber air (mata air), tentunya pilih tempat yang bebas dari kemungkinan ancaman banjir dan longsor.
  • Upayakan untuk tidak terlalu dekat dengan pepohonan karena gesekan dedaunannya apabila terkena angin akan menimbulkan suara yang cukup berisik sehingga dapat mengganggu kenyamanan tidur kita, juga menghindari dari kemungkinan tertimpa dahan pohon yang cukup besar atau pohon yang tumbang.
  • Pada suhu dingin hindari memasang tenda pada cerukan. Karna cerukan akan menampung udara dingin pada malam hari sehingga daerah tersebut akan lebih dingin dibanding dengan yang lainnya.
  • Jika tapak perkemahan berada didalam suatu lokasi yang diperuntukan untuk kegiatan berkemah seperti bumi perkemahan, upayakan lokasi tapak perkemahan tidak jauh dari shleter terdekat hal ini memudahkan dan mempercepat pergerakan perpindahan jika terjadi hujan lebat, karena curahan air hujan yang lebat akan cepat membasahi alas tenda (flysheet).
  • Upayakan lokasi perkemahan bukan jalur masuk atau lintasan hewan,misalnya bukan padang rumput tempat menggembala kerbau, hal ini penting karena hewan tersebut akan merusak tenda dan mungkin memakan persediaan makanan kita.
  • Berikan gambaran kepada anggota regu anda tentang situasi dan kondisi yang akan dihadapi di lokasi perkemahan terutama pengetahuanterhadap hal-hal yang boleh dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan selama berada di dalam lokasi perkemahan.
  • Usahakan meninggalkan tempat berkemah seperti pada saat anda datang, tidak meninggalkan sampah yang berserakan dan yang terpenting tidak melakukan perusakan alam sekitar lokasi perkemahan.

Jumat, 09 Oktober 2015

TEMU KANGEN VII Gn MERBABU